TARUHAN BOLA ONLINE. Keberhasilan menjaga gap tujuh poin dengan Real Madrid di klasmen Primera Division La Liga mungkin bisa diambil sebagai garis besar dari jornada 22 yang mentas weekend kemarin. Kendati demikian, rasanya mustahil jika tak mengacuhkan penciptaan rekor 16 kemenangan beruntun Barcelona di divisi elite Ranah Matador itu.
Jika acuan hanya urusan meraih tripoin, mungkin hasil 3-0 atas Atletico Madrid ini tidak terlalu mengesankan. Di satu sisi, tambahan tiga angka seperti sebuah pekerjaan mudah bagi El Barca di musim ini. Total 20 kemenangan dalam 22 laga seperti menggambarkan dengan nyata betapa dahsyatnya kekuatan Carles Puyol dkk.
Namun, ketika membicarakan bahwa ketiga gol yang diborong Lionel Messi itu memastikan Barca meraih tripoinnya yang ke-16 secara berturut-turut, barulah publik pantas berdecak kagum. Maklum, pada faktanya rekor 15 kemenangan beruntun yang semula dipegang Madridi bawah Alfredo Di Stefano baru bisa dilewati setelah bertahan selama lima dekade.
"Tim ini sedang melakukan pekerjaan fantastis. Mungkin terlihat mudah, tapi jelas tidak," begitu komentar Sandro Rosell, el presidente Barca, seperti dikutip situs resmi klub. "Rekor ini sangat luar biasa karena kami harus menunggu selama 50 tahun. Untuk mencetak rekor seperti ini, anda harus bermain dengan sangat baik dan juga harus rela berlari terus di setiap laganya," timpal Pep Guardiola.
Pep seolah ingin membagi filosofi Barca kepada awak media yang menyaksikan langsung ukiran rekor ini karena tak bisa disangkal bahwa keberhasilan Blaurgana sehingga tampil nyaris tanpa cela adalah dengan sokongan jugador yang tidak pernah mau melepaskan dominasi bola.
Well, sejak di level Benjamin (usia 8 tahun) hingga pemain menembus skuad senior (biasanya 21 tahun), filosofi penguasaan bola adalah harga mati. Aturan baku berupa seruan untuk menerima bola, mengoper bola, lalu mencari posisi untuk kembali menerima bola, membuat ball possession Barca bisa mencapai rataan 72% di La Liga musim 2010/11 ini.
"Hari ini saya melihat Barcelona sebagai tim nomor satu dan juga tim yang luar biasa baik. Mereka memiliki kemampuan untuk menghipnosis lawan-lawannya," begitu pengakuan Quique Sanchez Flores, pelatih Atletico. "Siapapun sulit meraih kemenangan di Camp Nou. Situasi yang dihadapi pemain di lapangan begitu merumitkan, jadi kami hanya bisa mengikuti apa yang dikehendaki Barca."